Seutas kalimat yang lewat di media sosialku dan akhir-akhir ini terus berputar di kepalaku: Alasan kamu menginginkan sesuatu karena dimasa depan kamu sudah memilikinya Awalnya, kalimat itu terdengar seperti kata-kata manis yang menenangkan hati.Namun semakin kupikirkan, ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya, semacam percakapan lembut antara logika dan jiwa. Dalam banyak ajaran spiritual, manusia dan semesta dipercaya saling terhubung lewat energi. Setiap keinginan bukanlah kebetulan, tapi panggilan dari masa depan, dari versi dirimu yang sudah hidup di realitas itu. Mungkin itu sebabnya kadang kita menginginkan sesuatu begitu kuat tanpa alasan logis. Seolah hati kita sudah tahu, “ di sana aku akan sampai .” Dalam Islam, aku jadi teringat tentang konsep qadar , tentang segala hal yang sudah tertulis sejak awal. Mungkin, rasa ingin itu adalah cara halus semesta menuntun kita menuju sesuatu yang memang sudah menjadi bagian dari takdir. Bukan kebetulan, tapi isyarat lembut yang menunggu...