Ada masa-masa dalam hidup ketika segalanya terasa diam. Kita sudah berusaha, sudah berdoa, sudah menunggu tapi hasilnya tetap belum juga datang.Rasanya seperti menatap jam pasir yang tak kunjung habis.
Waktu berjalan, tapi tak membawa apa-apa selain tanda tanya.
“Kenapa belum juga terjadi?”
Namun, seiring waktu aku belajar tidak semua yang tertunda berarti gagal. Kadang, itu hanya cara lembut Allah untuk berkata,
“Tunggu sebentar, Aku sedang menata segalanya agar indah saat sampai padamu.”
Dalam psikologi, ada konsep gratitude practice yaitu latihan untuk melatih otak agar fokus pada hal-hal yang masih bisa disyukuri, bahkan di tengah ketidakpastian.
Syukur bukan sekadar ucapan terima kasih, tapi cara untuk menenangkan sistem saraf, menjaga kewarasan, dan menumbuhkan harapan.
Ketika kita belajar bersyukur di masa penantian, kita sebenarnya sedang melatih otak untuk melihat makna di balik jeda.
Bukan hanya “kenapa belum,” tapi juga “apa yang sedang aku pelajari dari ini.”
Mungkin lewat penundaan, kita sedang diajarkan sabar.
Mungkin lewat jalan memutar, kita sedang dipersiapkan agar lebih kuat dan bijak.
Dan mungkin lewat kehilangan, kita belajar bahwa yang tertulis untuk kita, takkan pernah salah waktu.
Jadi hari ini, kalau kamu masih menunggu sesuatu, doa yang belum dijawab, mimpi yang belum terwujud, atau hati yang belum sembuh. cobalah bernapas sebentar dan ucapkan:
Terimakasih Tuhan, karena masih memberiku waktu untuk belajar tumbuh.
Karena tidak ada yang benar-benar tertunda, jika hidupmu sedang Allah tata dengan sempurna.
Komentar
Posting Komentar