Langsung ke konten utama

“Yang Kemarin Juga Berat, Tapi Selesai Juga, Kan?” — Catatan Reflektif Tentang Daya Tahan Diri

Ada kalanya kita lupa… bahwa yang kita jalani hari ini bukan beban pertama yang terasa terlalu berat. Bahwa sebelumnya pun ada malam-malam panjang yang penuh kecemasan, pagi yang terasa sesak tanpa alasan jelas, dan hari-hari di mana kita hanya bisa diam sambil menahan air mata agar tidak tumpah di depan siapa pun.

Tapi anehnya, kita sampai juga di sini.

Masih bisa bernapas.

Masih bisa berjalan, walau terseok.

Pernyataan “yang kemarin juga berat, tapi selesai juga kan?” bukan sekadar kalimat penghibur. Itu adalah bentuk nyata dari coping mechanism kita, cara otak dan hati menyesuaikan diri dengan tekanan. Kadang kita tidak sadar sedang berjuang, padahal tubuh dan pikiran kita sedang melakukan resilience terbaiknya.


Setiap luka emosional yang kita lewati menyisakan bekas, tapi juga membentuk emotional endurance atau ketahanan batin. Mungkin tidak selalu terlihat dari luar, tapi secara internal, kita tumbuh. Kita belajar distress tolerance, bahkan saat kita merasa ingin menyerah.


Kadang kita tidak butuh motivasi berlebihan. Kita hanya butuh diingatkan, bahwa ini bukan pertama kalinya hidup terasa melelahkan. Dan toh, waktu itu pun kita bisa bertahan. Mungkin dengan air mata. Mungkin dengan tidur panjang. Mungkin dengan menghindar dulu sebentar. Tapi tetap… selesai.


Jika kamu sedang merasa tidak baik-baik saja, tidak apa-apa. Acknowledging the pain adalah langkah penting dalam emotional awareness. Mengaku pada diri sendiri bahwa ini berat, justru membuat kita lebih manusiawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur Tanpa Membandingkan: Menemukan Nikmat Li Dzhatihi

Kadang aku suka mikir, “Apa cara bersyukur itu harus selalu dengan membandingkan hidup kita dengan orang lain yang lebih susah?” 🤔 Jawabanku: nggak juga. Dalam psikologi sosial, memang ada konsep yang namanya downward comparison . Artinya, kita merasa lebih beruntung atau lebih baik ketika melihat orang lain yang keadaannya lebih sulit. Secara nggak sadar, itu bikin hati agak lega dan jadi lebih menghargai hidup. Tapi kalau dipikir lagi, kalau syukur kita selalu bergantung pada penderitaan orang lain, rasanya kurang tulus ya. Dalam Islam, ada istilah Li dzhatihi. artinya bersyukur karena nikmat itu sendiri, bukan karena perbandingan. Misalnya, bersyukur karena masih bisa menghirup udara pagi, karena masih punya tenaga buat bangun, atau sekadar bisa menikmati secangkir teh hangat. Jalaluddin Rumi pernah bilang, “ Wear gratitude like a cloak and it will feed every corner of your life.” Jadi, buatku, bersyukur itu lebih indah kalau datang dari kesadaran sendiri, tanpa harus melihat siap...

helper therapy principle : Aku pulih dalam proses pulihmu

Menyembuhkan Diri Sendiri Melalui Menyembuhkan Orang Lain Ada masa ketika aku merasa begitu kosong. Luka masa lalu masih terasa nyeri, dan pertanyaan-pertanyaan tentang arah hidup terus berdengung di kepala. Tapi anehnya, di tengah ketidakpastian itu, aku justru sering dimintai bantuan oleh orang lain, entah sekadar mendengarkan, memberi saran, atau jadi tempat berkeluh kesah. Lama-lama aku sadar: setiap kali aku membantu orang lain, ada bagian dari diriku yang juga ikut pulih. Dalam psikologi, hal ini dikenal dengan istilah “helper therapy principle” sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Frank Riessman. Teori ini menyatakan bahwa orang yang membantu orang lain juga mendapatkan manfaat psikologis dari proses itu sendiri. Membantu bisa memberi kita rasa bermakna, meningkatkan harga diri, dan memperkuat koneksi sosial yang sering kali justru menjadi sumber kekuatan baru. Lebih dari itu, ketika kita menenangkan orang lain yang mengalami luka serupa dengan kita, secara tak langsung kita se...

Tertinggal dalam Keramaian

Jadi apa yang terjadi sekarang? Semua orang tampak memiliki tujuan, semua orang tampak berjalan, semua orang memenangkan banyak hal. aku terdiam, sendirian Katanya, semua orang memiliki waktunya sendiri, jadi kapan waktu untukku tiba? Pintunya tertutup lagi… Lagi dan lagi…