Ada ribuan kata indah di dunia ini. Kata-kata yang menenangkan, menguatkan, menghibur.
Tapi entah kenapa, manusia sering memilih berkata buruk. Kata yang melukai, mengecilkan, bahkan menghancurkan.
Aku pernah diam lama, bertanya pada diriku sendiri,
“Mengapa begitu sulit bagi manusia untuk memilih kata yang baik?”
Padahal kita tahu, kata adalah senjata.
Ia bisa membunuh semangat orang lain tanpa meninggalkan jejak darah.
Dan kupikir, mungkin ini tentang psikologi pertahanan diri.
Ketika kita merasa tidak aman, takut kalah, takut dianggap lemah,
Kata-kata buruk muncul sebagai perisai, meski seringkali salah sasaran.
Atau mungkin… hanya karena kita terbiasa.
Terbiasa mendengar kata buruk, terbiasa menyimpannya dalam hati,
hingga tanpa sadar, kita mewariskannya pada orang lain.
Begitu juga dengan prasangka.
Ada banyak pikiran baik yang bisa kita pilih untuk menenangkan hati,
Namun kenapa kita selalu lebih dulu berburuk sangka?
Apakah hati manusia memang lebih nyaman di wilayah kecurigaan
Daripada di wilayah percaya?
Kadang aku bingung,
Apakah ini sifat alami manusia, atau hanya kebiasaan yang diwariskan sejak lama?
Mengapa kita tak pernah belajar untuk menenangkan diri dengan pikiran baik?
Mengapa kita lebih sering menyiapkan diri untuk disakiti
Daripada membuka diri untuk dicintai?
Entahlah.
Aku hanya bertanya-tanya,
Di antara ribuan kata indah dan jutaan pikiran baik,
Kenapa manusia justru memilih yang sebaliknya?
Kalau di ingat ke belakang, terlalu banyak perkataan buruk yang aku dengar. Iya, Aku tumbuh di lingkungan yang tidak harmonis, bukan. Aku bukan broken home, hanya lingkunganku selalu terasa menegangkan.
Kadang itu terbawa pada diriku, Dadaku seketika berdegup kencang jika mendengar terikan. Badanku dingin dan gemetar, aku ketakutan.
Jadi jangan terlalu mendesakku untuk banyak berbicara. Aku hanya takut
Mungkin saja tanpa sadar aku mewarisi hal-hal berbicara kasar dalam diriku.
Aku takut menyakiti orang lain…
Aku takut jika menjadi penyebab matinya semangat dan hilangnya senyum orang lain.
Komentar
Posting Komentar