Kadang, hidup memang terlihat kacau. Emosi yang menumpuk, pikiran yang berantakan, dan tubuh yang terus memaksa diri untuk tetap bergerak, padahal ingin sekali menyerah. Dalam psikologi, kita mengenal istilah coping mechanism – cara otak dan hati kita bertahan saat semua terasa terlalu berat untuk ditanggung.
Ada yang melampiaskan dengan menangis, ada yang tidur seharian, ada yang menulis ratusan kata tanpa suara, ada juga yang tetap tersenyum di depan orang lain meski hancur di dalam. Apa pun itu, meskipun tampak menyedihkan dan berantakan, semuanya tetaplah sebuah bentuk keberanian.
Kau tak harus menjadi kuat seperti yang orang lain harapkan. Kau hanya perlu menjadi cukup kuat untuk dirimu sendiri hari ini. Itu sudah keberanian yang luar biasa. Keberanian untuk menghadapi realita, menghadapi trauma, menghadapi hari esok meskipun kau belum yakin akan seperti apa wujudnya.
Setiap orang memiliki daya lenting psikologisnya sendiri – resilience – cara bangkit yang berbeda-beda. Jangan bandingkan caramu bertahan dengan orang lain. Jangan memaksa lukamu sembuh secepat mereka. Bertahan sendiri sudah membuktikan bahwa ada bagian dalam dirimu yang tak menyerah, meski kecil dan rapuh.
Dan untuk itu, aku ingin kau tahu…
Kau sudah melakukan yang terbaik.
Dan itu, adalah keberanianmu.
Komentar
Posting Komentar