Dulu, tidur selalu menjadi pelarian terbaikku.
Saat dunia nyata terlalu bising, terlalu menyesakkan, aku akan menutup mata dan berharap bisa sampai ke dunia lain yang lebih tenang. Dunia mimpi selalu memberiku ruang untuk bernapas meski hanya sebentar.
Namun entah sejak kapan, mimpi-mimpiku tak lagi seindah dulu.
Tidur tak lagi menjadi tempatku berlindung. Bahkan di sana pun, aku masih berlari, masih merasa cemas, masih dihantui apa yang tak mampu aku hadapi di siang hari. Rasanya menyakitkan ketika tempat yang dulu menjadi pelarianku kini justru menjadi bagian dari penderitaan yang sama.
Aku rindu saat tidur adalah rumah. Saat mimpi adalah taman bunga tempatku menenangkan hati. Kini, setiap terlelap hanya membuatku takut membuka mata keesokan paginya. Karena aku tahu, tak ada yang menunggu, baik di sini maupun di sana.
Mungkin inilah tanda, aku lelah pada segalanya. Bahkan pada diriku sendiri.
Komentar
Posting Komentar