Dunia ini terlalu berisik untukku
INFP can relate, right? Kadang merasa seperti manusia aneh di antara orang-orang normal. Atau mungkin seperti musik lembut di tengah konser rock.
Kami sebenarnya tidak membenci bersosialisasi, malah sebaliknya kepekaan kami terhadap sekitar jauh lebih tinggi. Mungkin karena mulut kami terlalu diam jadi indra yang lain bekerja dua kali lipat.
Mata kami bisa mendeteksi banyak hal, begitupun dengan pendengaran. Fakta dari senyap nya kami ada sesuatu yang jauh lebih berisik di kepala. “Ah, dia memalingkan wajah, apakah dia tidak tertarik?” “dia terus menghela nafas, apa karena terlalu membosankan?” “Dia terus cemberut, apakah dia tidak menyukai jawabanku?” “Senangnya, dia mencondongkan tubuhnya, dia excited dengan ceritaku” “kalau aku ngomong begini, bisa bikin dia sakit hati gak ya?” Dan banyak lagi diskusi dengan diri sendiri di kepala sebelum satu kalimat terlontarkan.
Tapi ada kalanya dunia terasa terlalu ramai dan bising. Jadi kami memilih menyendiri, bukan berarti kami melarikan diri tapi itu merupakan jalan kami pulang ke diri sendiri. Dunia luar tidak boleh memadamkan suara hati kami.
Tetap menjadi lembut di dunia yang kasar. Tetap menjadi tempat yang nyaman untuk diri sendiri disaat banyaknya orang yang mencari kedamaian untuk diri sendiri.
Kita sudah melalui hari ini dengan baik, mari lakukan yang lebih baik di esok hari.
Hari kemarin telah berlalu, hari esok belum tiba dan hari ini belum pasti.
hidup lebih lama ya☺️
Komentar
Posting Komentar